MADIUN – Persoalan perundungan hingga kesehatan mental di kalangan pelajar membutuhkan kepedulian nyata dari lingkungan terdekat. Karena itu, konselor sebaya tidak cukup hanya dibekali teori, tetapi juga harus mampu mengenali persoalan, mendampingi teman, dan menghubungkan mereka dengan pihak yang tepat.
Pesan tersebut disampaikan Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun saat menghadiri Pelatihan Konselor Sebaya bertajuk Hadir, Peduli, Menginspirasi yang diselenggarakan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Madiun di Warung Garasi, Kamis (29/10). Kegiatan tersebut diikuti pelajar SMP, SMA, dan mahasiswa di Kota Madiun.
Menurut Plt wali kota, konselor sebaya memiliki peran penting untuk mengenali persoalan yang dialami teman di lingkungan pergaulan. Langkah awal yang dibutuhkan adalah memastikan teman yang sedang mengalami kesulitan tidak merasa sendirian.
“Tidak harus ditangani, tetapi yang terpenting pertama harus ditemani. Kalau dia belum bisa menangani, dia harus berkoordinasi dengan guru BK-nya,” ujarnya.
Plt wali kota juga mengingatkan bahwa persoalan perundungan tidak boleh dianggap sepele. Pelajar perlu membangun empati dan saling mendukung, terutama ketika ada teman yang menghadapi kesulitan atau membutuhkan perhatian.
“Anak-anak pintar itu banyak, tetapi anak-anak yang punya empati itu kadang tidak semuanya. Makanya Sumpah Pemuda ini kan patriotik, gigih, empati. Sehebat-hebatnya kita kalau tidak punya perasaan kepada orang di sekeliling kita, ya percuma kita selama ini berhasil,” tegasnya.
Karena itu, Plt wali kota meminta pelatihan konselor sebaya tidak berhenti pada penyampaian materi. Peserta perlu mendapat kesempatan mempraktikkan kemampuan konseling agar lebih siap menghadapi situasi nyata, sekaligus belajar memahami persoalan dari sudut pandang orang lain.
Plt wali kota juga mendorong Dinkes PPKB membentuk jejaring konselor sebaya yang dapat terus berkomunikasi dan mendapat pembinaan setelah pelatihan. Dengan begitu, peserta tidak hanya menjadi perwakilan dalam kegiatan, tetapi benar-benar menjalankan peran sebagai duta kepedulian di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal.
“Teman-teman, saya tidak mau berhenti di sini. Harus terus dibina ke kegiatan berikutnya,” tambahnya.
Melalui penguatan konselor sebaya, Pemkot Madiun berharap tumbuh generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial. Sebab, perubahan lingkungan pergaulan yang sehat dimulai dari langkah sederhana yaitu peka terhadap kondisi teman dan tidak membiarkan mereka menghadapi masalah sendirian.
(Dspp/rat/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun