Bukan Sekadar Festival, MEA Fest Jadi Penggerak Ekonomi dan Ruang Kreativitas Warga

Bukan Sekadar Festival, MEA Fest Jadi Penggerak Ekonomi dan Ruang Kreativitas Warga
  • Kategori Berita
  • Oleh Admin Daffa
  • 25 Oct 2026
  • 190 kali dilihat

Bukan Sekadar Festival, MEA Fest Jadi Penggerak Ekonomi dan Ruang Kreativitas Warga

MADIUN - Kreativitas seni dan budaya dinilai memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian sekaligus memperkuat daya tarik wisata Kota Madiun. Hal itu disampaikan Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun saat penutupan Mataraman Economy & Art Festival (MEA FEST) di Bakorwil Madiun, Sabtu (24/10) malam.


Plt walikota menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Bakorwil Madiun atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, festival yang menghadirkan beragam aktivitas seni dan melibatkan pelaku usaha menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperoleh manfaat ekonomi.


Lebih lanjut dirinya mengatakan, manfaat kegiatan ini tidak hanya dirasakan peserta festival dan pelaku UMKM yang terlibat langsung. Kehadiran pengunjung juga berpotensi menggerakkan usaha masyarakat di sekitar lokasi acara. Karena itu, penyelenggaraan kegiatan yang mendatangkan keramaian perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi lintas pihak.


“Pasti Madiun diuntungkan. Acaranya di sini. Walaupun UMKM-nya tidak semuanya dari Kota Madiun, insyaallah teman-teman yang berjualan di depan sana dagangannya laku. Ini membantu perekonomian di Kota Madiun, khususnya di sekitar Bakorwil,” ujarnya.


Plt walikota menambahkan, Kota Madiun perlu terus mengembangkan kreativitas karena memiliki keterbatasan sumber daya alam dibandingkan daerah lain. Potensi manusia, seni, budaya, dan komunitas lokal menjadi modal penting untuk menciptakan kegiatan yang mampu menarik kunjungan sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.


Salah satu hal yang menjadi perhatian Pemkot Madiun ialah pelestarian seni dan budaya, termasuk tradisi rias pengantin. Menurutnya, keterampilan yang berkaitan dengan tradisi perlu diwariskan kepada generasi muda agar tetap lestari dan memiliki penerus.


Ia juga mendorong agar kegiatan seni tidak hanya bergantung pada pemerintah. Komunitas dan pelaku seni perlu diberi ruang untuk mengembangkan kegiatan secara mandiri, termasuk membangun jejaring sponsor dan mengelola potensi ekonomi dari karya mereka.


“Madiun Menari itu sekarang punyanya sanggar-sanggar tari di Kota Madiun, bukan punya Pemkot. Sekarang semuanya saya balik polanya. Kita lagi mencoba menghidupkan intellectual property untuk teman-teman komunitas penggiat,” jelasnya.


Menurutnya, pemerintah dapat berperan sebagai fasilitator pada tahap awal, kemudian mendorong komunitas untuk mengambil peran lebih besar dalam penyelenggaraan kegiatan berikutnya. Dengan pola tersebut, manfaat ekonomi dari kegiatan seni diharapkan dapat dirasakan langsung oleh para kreator dan komunitas yang mengembangkannya.


Selain penguatan seni dan budaya, Pemkot Madiun juga menyiapkan pengembangan wisata heritage melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kawasan Jalan Pahlawan, termasuk Bakorwil, Balai Kota Madiun, dan sejumlah bangunan bersejarah, berpotensi dikembangkan menjadi bagian dari paket wisata jalan kaki.


Pemkot juga tengah menyiapkan pengembangan kawasan Balai Kota Madiun untuk meningkatkan pengalaman wisatawan saat berkunjung. Rencana tersebut akan diintegrasikan dengan destinasi lain, termasuk wisata religi, sehingga pengunjung dapat menikmati beragam daya tarik Kota Madiun dalam satu rangkaian perjalanan.


Ke depan, Pemkot Madiun berencana terus mendorong kegiatan yang digerakkan oleh masyarakat, termasuk pengembangan seni tari, seni lukis, musik, dan pencak silat. Kolaborasi dengan pemerintah provinsi serta komunitas diharapkan mampu memperluas partisipasi masyarakat dan menjadikan kreativitas sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.

(ws hendro/kus/diskominfo)