MADIUN - Pencak silat bukan sekadar olahraga dan warisan budaya bagi Kota Madiun. Potensi tersebut menarik perhatian mahasiswa Program Studi Komunikasi Universitas Muhammadiyah Madiun untuk mengangkatnya ke dalam sebuah film dokumenter sebagai tugas akhir. Untuk menggali lebih dalam tentang penyelenggaraan event pencak silat sekaligus arah pengembangannya di Kota Pendekar, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menjadi salah satu tokoh penting yang diwawancarai di Rumah Dinas Wali Kota, Senin (21/9).
Wawancara tersebut menjadi bagian dari proses pengumpulan bahan untuk film dokumenter. Mahasiswa menggali informasi dari sejumlah tokoh yang dinilai memiliki keterkaitan dengan penyelenggaraan event pencak silat di Kota Madiun. Plt wali kota memberikan pandangan dari sisi pemerintah daerah, termasuk mengenai upaya mengembangkan pencak silat agar memiliki nilai lebih bagi Kota Madiun.
“Teman-teman UMMAD sekarang sudah bertransformasi menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur. Dan ini tadi kebetulan mahasiswa UMMAD juga lagi bikin film dokumenter terkait pencak silat. Beberapa tokoh sudah diwawancarai, dimintain pendapat untuk film dokumenter, termasuk terakhir ini saya,” ujar Plt Wali Kota.
Menurutnya, langkah mahasiswa mengangkat pencak silat dalam karya dokumenter turut sejalan dengan arah Pemerintah Kota Madiun yang tengah mengembangkan potensi pencak silat sebagai bagian dari pariwisata. Pencak silat tidak hanya dilihat dari sisi seni bela diri, tetapi juga sebagai kekuatan budaya yang dapat dikemas menjadi daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan.
“Memang Madiun hari ini fokus itu membikin pariwisata pencak silat. Salah satunya budaya pencak silat yang nanti akan jadi jagoan utama di Kota Madiun,” jelasnya.
Pengembangan tersebut, lanjut Plt wali kota, juga perlu didukung dengan kegiatan yang mampu memperkuat citra Kota Madiun sebagai Kota Pendekar. Karena itu, Pemerintah Kota Madiun mulai menyiapkan rangkaian kegiatan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memiliki daya jangkau lebih luas.
“Makanya seluruh mulai tahun ini, kemarin HUT saya sudah membangun ceritanya sampai nanti di 2027 insyaallah nanti apa yang akan kita bikin supaya nanti jadi salah satu agenda rutin tahunan event berskala nasional di Kota Madiun,” ungkapnya.
Di sisi lain, kehadiran mahasiswa dalam proses dokumentasi tersebut juga menjadi bentuk kontribusi akademik dalam mengangkat potensi daerah. Film dokumenter yang tengah disusun diharapkan dapat merekam penyelenggaraan event pencak silat di Kota Madiun sekaligus memperkenalkan potensi budaya tersebut melalui karya kreatif mahasiswa.
(Bip/rat/diskominfo)
2024 © by Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun