Hadirkan Kirab Panji Persatuan, Plt Wali Kota Harap Peringatan Hari Jadi Punya Cerita dan Lebih Bernyawa

  • Kategori Berita
  • By Diskominfo
  • 20 Jun 2026

Hadirkan Kirab Panji Persatuan, Plt Wali Kota Harap Peringatan Hari Jadi Punya Cerita dan Lebih Bernyawa

MADIUN – Detik-detik peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun berlangsung menarik lagi sakral. Bukan upacara bendera, namun pemerintah Kota Madiun menghadirkan Kirab Panji Persatuan Hari Jadi yang tepat berlangsung pukul 00.00, Sabtu 20 Juni. Kirab kali pertama ini dihadirkan agar peringatan Hari Jadi lebih punya cerita sekaligus memberikan nyawa perjuangan seperti para tokoh pendahulu.


‘’Madiun ini punya cerita dan cerita itu harus kita ceritakan sekaligus memberikan nyawa. Nyawa apa? Nyawa perjuangan,’’ kata Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun.


Prosesi kirab pun berlangsung menarik. Dimulai dari Bakorwil Kota Madiun, iring-iringan pasukan berjalan ke Balai Kota Madiun. Mulai pemeran sosok Retno Dumilah, petugas korsik, petugas pembawa Obor, petugas pembawa bendera Pataka, Panji Pendekar, hingga 108 pasukan di rangkaian paling belakang. 


Kegiatan lantas berlanjut prosesi inti di Balai Kota Madiun. Mulai penghormatan kepada lambang daerah Kota Madiun, ikrar pendekar, dan doa lintas agama. Prosesi ditutup dengan potong tumpeng dan penyalangan obor api Madiun Berkilau.


‘’108 ini bukan sekedar angka. 108 ini lahir dari perjalanan perjuangan para pendahulu. Kita sebagai pewaris harus terus menanamkan semangat perjuangan ini,’’ ujarnya.


Hal itu ditandai dengan penyalaan obor api Madiun Berkilau. Penyalaan obor merupakan simbol semangat perjuangan yang tidak boleh berhenti berkobar. Karenanya, api tersebut akan dibiarkan menyala sampai 20 Juli mendatang. Plt wali kota berharap obor api Madiun Berkilau menjadi pengingat akan semangat perjuangan tokoh terdahulu sekaligus menjadi contoh bagi generasi sekarang. 


‘’Masih banyak yang perlu kita perjuangkan. Mulai kemiskinan, pengangguran, dan lain sebagainya. Semangat perjuangan mengentaskan permasalahan-permasalahan ini harus terus kita kobarkan,’’ ungkapnya. 


Dalam prosesi kirab tersebut juga melibatkan para pendekar. Hal itu sengaja karena pendekar merupakan identitas Kota Madiun. Plt wali kota tak ingin pendekar hanya sekedar menjadi slogan semata. Namun, benar-benar dilibatkan sekaligus mengawal perjalanan Kota Madiun. 


‘’Pendekar bukan hanya slogan. Tetapi teman-teman pendekar terus kita libatkan untuk mengawal perjalanan Kota Madiun,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/diskominfo)